5 binatang paling panjang umur didunia
Quote:
Hidup panjang umur dan sehat adalah impian banyak orang. Ketika banyak orang bermimpi seperti itu, ternyata ada beberapa binatang yang umurnya seringkali melebihi manusia yang rata rata berumur sampai dengan 65 tahun. Let's check it out
Quote:
5. Tuatara - 111 Tahun
Quote:
Spoiler for Tuatara:
Gak, namanya TUAtara bukan karena dia tua, tapi itu bahasa dari Selandia Baru. Kedua spesies Tuatara ditemukan hidup saat ini dianggap dinosaurus hidup karena mereka telah berkembang di bumi untuk 200 juta tahun. Mereka juga salah satu vertebrata yang terpanjang umurnya di bumi, baik sebagai spesies dan sebagai individu. Seekor Tuatara di sebuah kebun binatang baru baru ini bertelur pada saat berumur 111 tahun! Giloo subur banget kan
4. Geoduck - 160 Tahun
Quote:
Spoiler for Geoducks:
Spesies kerang air laut ini memiliki masa hidup minimum 160 tahun (kalo gak dijadiin Sashimi ). Mereka memiliki leher panjang 1m. Terlihat ketika keluar dari cangkangnya.
3. Cacing Tabung Lamellia - 170 Tahun
Quote:
Spoiler for Lamellia:
Cacing tabung yang tidak berwarna-warni ini (L. luymesi) ditemukan di perairan laut dalam. Mereka ada di ventilasi hidrokarbon yang ditemukan di dasar laut dan tampaknya hidup lebih dari 170 tahun.
2. Kura-kura Raksasa - 250 Tahun
Quote:
Spoiler for Kura:
Eh salah
Spoiler for Kura:
Ups
Spoiler for Kura:
Naah ini picnya yang bener
Spesies kura-kura ini adalah vertebrata dengan hidup terpanjang di Bumi. Salah satu kura-kura tersebut bernama Harriet, seekor kura-kura Galápagos, meninggal pada usia 175. 'Adwaita' lain spesies kura-kura raksasa Aldabra diketahui meninggal pada usia 250 pada Maret 2006.
1. Spons Antartika - 1550 Tahun
Quote:
Spoiler for Lamellia:
Ternyata pemenangnya masih sekerabat sama Spongebob. Suhu sangat rendah yang ada di Samudra Antartika Samudra menyebabkan spons Antartika memiliki tingkat pertumbuhan sangat lambat. Satu spesimen telah tercatat memiliki umur 1.550 tahun.
Kalo yang ini mah baru 23 tahun umurnya
Showing posts with label yogya. Show all posts
Showing posts with label yogya. Show all posts
Monday, October 25, 2010
Legenda kerajaan Mataram
LEGENDA / CERITA / MITOS
Pada jaman dahulu Kerajaan Mataram belum jaya, Panembahan Senopati yang mempunyai nama kecil Raden Suta Wijaya dikenal sebagi seorang pemuda tampan, gagah perwira. Pada suatu hari ia mengucapkan keinginannya kepada ayah angkatnya yaitu Ki Juru Mertani untuk bertapa, dipilihlah Pantai Selatan untuk menjalani laku prihatin dan bertapa ditemani oleh ayah angkatnya, berapa hari, bulan atau tahun tidak dihiraukan. Pada suatu hari Ki Juru Mertani melihat sinar biru menukik turun ke dalam laut dan selanjutnya hilang tenggelam. Kemudian Ki Juru Mertani menoleh ke arah Raden Sutawijaya dan berkata “Mari kita bersihkan diri kita Raden”, Raden Sutawijaya setuju, kemudian mencuci kaki dan tangan serta menghilangkan keringat yang menempel di muka, setelah itu kemudian duduk bersila dan menjalankan semedi.
Dalam semedinya itu Raden Sutawijaya merasa ditemui dan telah berdiri seorang wanita cantik jelita yang ternyata Kanjeng Ratu Kidul. Beliau menyapa dan bertanya, “kenapa kamu melakukan semedi ditempat yang sunyi”, Sutawijaya menjawab dengan jelas bahwa “aku pingin menjadi raja”, Ratu Kidul mengangguk pertanda mengerti dengan jawaban tersebut. Beliau memberi saran “akan tercapai yang kau inginkan asalkan kamu mau menjadi suamiku dan memakan telur ini”. Diterimanya tawaran tersebut oleh Sutawijaya dengan syarat akan selalu membantu dan menjaga keselamatan kawula mataram. Setelah semuanya sepakat, maka Ratu Kidul kemudian menghilang dan Sutawijaya terbangun dan menceritakan kepada Ki Juru Mertani. Tetapi percakapan tersebut di dengar dan dilihat oleh Kanjeng Sunan Kalijaga. Ditengah perjalanan pulang Sutawijaya dan Ki Juru Mertani ditemui oleh seseorang yang tidak lain adalah Kanjeng Sunan Kalijaga menyarankan agar Raden Sutawijaya tidak memakan telur pemberian Ratu Kidul. Setelah sampai di rumah telur tersebut diberikan kepada abdi juru taman untuk memakannya saat itulah juru taman jadi raksasa yang sangat besar. Melihat kejadian itu Raden Sutawijaya dan Ki Juru Mertani terkejut dan keheran-heranan, sebab perkataan Kanjeng Sunan Kalijaga adalah benar dan tidak merugikan dirinya, kemudian Ki Juru taman yang telah berubah menjadi raksasa diperintahkan untuk menjaga Gunung Merapi dengan nama Ki Sapu Jagad atau Panembahan Prabu Jagad. Semenjak itu Gunung Merapi aman-aman saja walaupun ada bencana baik lahar panas maupun lahar dingin, kawula Mataram dapat terhindar dari bencana tersebut. (Sumber: Inventarisasi Upacara Adat dan Tradisi Budaya Kabupaten Sleman Tahun 2003, Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sleman)
Pada jaman dahulu Kerajaan Mataram belum jaya, Panembahan Senopati yang mempunyai nama kecil Raden Suta Wijaya dikenal sebagi seorang pemuda tampan, gagah perwira. Pada suatu hari ia mengucapkan keinginannya kepada ayah angkatnya yaitu Ki Juru Mertani untuk bertapa, dipilihlah Pantai Selatan untuk menjalani laku prihatin dan bertapa ditemani oleh ayah angkatnya, berapa hari, bulan atau tahun tidak dihiraukan. Pada suatu hari Ki Juru Mertani melihat sinar biru menukik turun ke dalam laut dan selanjutnya hilang tenggelam. Kemudian Ki Juru Mertani menoleh ke arah Raden Sutawijaya dan berkata “Mari kita bersihkan diri kita Raden”, Raden Sutawijaya setuju, kemudian mencuci kaki dan tangan serta menghilangkan keringat yang menempel di muka, setelah itu kemudian duduk bersila dan menjalankan semedi.
Dalam semedinya itu Raden Sutawijaya merasa ditemui dan telah berdiri seorang wanita cantik jelita yang ternyata Kanjeng Ratu Kidul. Beliau menyapa dan bertanya, “kenapa kamu melakukan semedi ditempat yang sunyi”, Sutawijaya menjawab dengan jelas bahwa “aku pingin menjadi raja”, Ratu Kidul mengangguk pertanda mengerti dengan jawaban tersebut. Beliau memberi saran “akan tercapai yang kau inginkan asalkan kamu mau menjadi suamiku dan memakan telur ini”. Diterimanya tawaran tersebut oleh Sutawijaya dengan syarat akan selalu membantu dan menjaga keselamatan kawula mataram. Setelah semuanya sepakat, maka Ratu Kidul kemudian menghilang dan Sutawijaya terbangun dan menceritakan kepada Ki Juru Mertani. Tetapi percakapan tersebut di dengar dan dilihat oleh Kanjeng Sunan Kalijaga. Ditengah perjalanan pulang Sutawijaya dan Ki Juru Mertani ditemui oleh seseorang yang tidak lain adalah Kanjeng Sunan Kalijaga menyarankan agar Raden Sutawijaya tidak memakan telur pemberian Ratu Kidul. Setelah sampai di rumah telur tersebut diberikan kepada abdi juru taman untuk memakannya saat itulah juru taman jadi raksasa yang sangat besar. Melihat kejadian itu Raden Sutawijaya dan Ki Juru Mertani terkejut dan keheran-heranan, sebab perkataan Kanjeng Sunan Kalijaga adalah benar dan tidak merugikan dirinya, kemudian Ki Juru taman yang telah berubah menjadi raksasa diperintahkan untuk menjaga Gunung Merapi dengan nama Ki Sapu Jagad atau Panembahan Prabu Jagad. Semenjak itu Gunung Merapi aman-aman saja walaupun ada bencana baik lahar panas maupun lahar dingin, kawula Mataram dapat terhindar dari bencana tersebut. (Sumber: Inventarisasi Upacara Adat dan Tradisi Budaya Kabupaten Sleman Tahun 2003, Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sleman)
Labels:
batik,
ilmu,
kerajaan,
kerajinanperca,
misteri,
mitos,
news,
pengetahuan,
pesawat,
sejarah,
tasperca,
yogya,
yogyakarta
Subscribe to:
Posts (Atom)